Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda

Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda. Itulah kiranya gambaran ketika tanggal 28 Oktober kita membuka media sosial, akan penuh dengan ucapan tadi. Tepat pada tahun 2021 ini, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun. Wah, sudah lama sekali ternyata ya!

Sumpah pemuda merupakan tiga ikrar yang dicetuskan dalam Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 2021 di Batavia (Jakarta). Kongres Pemuda II dilaksanakan 2 hari dengan 3 kali rapat yang dilaksanakan pada 3 tempat berbeda. Mari kita telusuri 7 fakta-fakta unik seputar peristiwa Sumpah Pemuda.

  1. Namanya bukan Sumpah Pemuda
    Pada awal dirumuskannya ikrar Sumpah Pemuda tidak disebut 3 ikrar itu sebagai Sumpah Pemuda. Karena istilah Sumpah Pemuda ada setelah kongres usai.
  2. Dilarang mengucapkan kata “Merdeka”
    Rupanya kata merdeka yang telah dikumandangkan sejak Kongres Pemuda I menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Belanda.
  3. Lagu Indonesia Raya dibawakan W.R. Soepratman tanpa syair
    Larangan pengucapan kata merdeka ternyata berimbas juga kepada pembawaan lagu Indonesia Raya tanpa syair. Karena W.R. Soepratman sebagai pencipta lagu Indonesia Raya pada saat itu hanya membawakan lagu Indonesia Raya dengan irama biola saja. Inilah momen pertama kalinya lagu Indonesia Raya dibawakan oleh penciptanya.
  4. Naskah Sumpah Pemuda ditulis oleh satu orang
    Mohammad Yamin pada Kongres Pemuda II bertugas untuk meramu rumusan hasil diskusi karena pada saat itu Mohammad Yamin juga menjadi sekretaris pada Kongres Pemuda II. Setelah Mohammad Yamin selesai merumuskan, kemudian hasilnya diserahkan kepada Soegondo sebagai Ketua Kongres Pemuda II dan disahkan sebagai Sumpah Pemuda.
  5. Hanya 6 peserta perempuan yang ikut Kongres Pemuda II
    6 orang perempuan yang hadir pada Kongres Pemuda II yakni Dien Pantow, Emma Poeradiredjo, Jo Tumbuan, Nona Tumbel, Poernamawoelan, dan Siti Soendari.
  6. Ejaan Sumpah Pemuda
    Ejaan yang digunakan pada ikrar Sumpah Pemuda menggunakan ejaan van Ophuysen, yaitu ejaan yang digunakan untuk menulis kata-kata Melayu yang dimengerti oleh orang Belanda.
  7. Rumah tempat pembacaan ikrar menjadi Museum Sumpah Pemuda
    Tempat berlangsungnya ikrar Sumpah Pemuda ada di sebuah rumah yang terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat. Sekarang rumah itu dijadikan cagar budaya dan dijadikan Museum Sumpah Pemuda.

Setelah tahu fakta uniknya, yuk sebagai anggota gerakan pramuka, pemuda pemudi bangsa, kita harus senantiasa cinta dan bangga kepada tanah air Indonesia.

Penulis : Wahyu Kurniawati
Editor : Annisa Nur Afifah

Tinggalkan Balasan